Burungku Sayang, Burungku Malang
Malam - malam begini Ane gak bisa tidur,..emang sudah penyakit ane Sob kalau suah tidur malam alias Patima atau bahasa resminya Insomnia...
Ane dah dicap am Orang tua ane Manusia Kalong,...wkwkwkwk
Jadi ane putuskan saja membuat celotehan - celotehan malam, tujuannya untuk menghibur sobat - sobat semua. Mendengar kata
burung ( hayaooooo....) jujur kalau dikalangan Ane mahasiswa teknik yang dominan laki - laki mendengar kata Burung banyak sekali persepsinya, mau dari yang positiv atau negativ, tapi kebanyakan negativnya sih,...wkwkwkwkwkwkw.... Itu hanya intermezo saja Sob..Ane hanya teringat masa - masa kecil dulu , reviw sekitar 20 tahun yang lalu..masa - masa anak - anak yang penuh canda tawa, masa - masa yang membuat ane iri, tidak memikirkan apa pun, dunia ini semuanya rata...tidak pernah merasa terbebani, yang penting tertawa dan bahagia... gak perlu punya uang untuk bahagia.... Duh jadi kangen masa anak - anak dulu...
Jadi ceritanya ane dulu punya burung pipit, seperti gambar ini...tapi ini bukan punya saya, ini saya ambil dari om Google...
Ane sewaktu masih anak - anak
dulu sangat suka memelihara binatang, terutama burung, karena buruang
bisa menghasilkan suara, indah dan unik. Tapi ane tidak bisa
memilikinya, karena Ane dari keluarga yang sangat kelas bawah dulunya.
Sekarang Alhamdulillah sudah ada peningkatan. Hehehe
Sampai suatu
hari ane pergi ke rumah saudara perampuan ayah . Suaminya dikenal dengan
baik dengan sifatnya yang sangat angkuh, sombong. Tidak ada satu pun
dari keluarga kami yang suka dan berani dekat dengannya.( Namun kini dia
sudah meninggl. Mudah - mudahan Arwahnya diterima disisi Allah SWT)\
Saya
berkunjung kerumahnya bersama sepupu saya, sudah lama sekali. Dan ini
merupakan pertama kalinya saya melihat wajahnya. Inilah nikmatnya
menjadi anak - anak. tidak ada rasa takut dan segan kepada manusia yang
sifatnya seperti itu. Suami saudara ayanh ane dipanggil Amang boru. Ia
mempunyai hobi memelihara burung. Burungnya sangat banyak. Mulai dari
yang kecil sampai yang ukuran besar. Tapi buka sangat besar ya sob...
Nanti sobat fikir burung yang sebesar rumah..hahahaha..becanda sob...
Dengan
polosnya sewaktu anak - anak tanpa rasa takut ane mendekati amangboru,
dengan niat mau minta burungnya satu saja. Ternyata amangboru tidak
seperti yang difikirkan orang - orang lain. Ada sisi baik hatinya yang
tidak terlihat oleh orang lain. Ia sangat ramah saat itu. Sampai -
sampai orang lain yang berada disana heran, kenapa ia bisa seramah itu,
Secara ia dikenal sebagai sosok lelaki besar yang menakutkan. Anepun
diberi seekor burung pipit yang sangat cantik. Ane sangat bahagia sob,
akhirnya ane punya burung iapyang bisa dilihat setiap hari. burung Kecil
yang sangat cantik berada didalam sangkar. Tak perlu waktu lama, ane
pun sangat menyayangi burung ini. Sampai - sampai ane tidak mau disuruh
orang tua untuk tidur. maunya duduk disamping sangkar burung dan melihat
burung ini sampai tidur... Masa - masa yang indah. Masa - masa dimana
manusia hanya asik dalam dirinya sendiri..Tapi kebahagian ini tidak lama
sob..Wajar saja kami dulu keluarga kecil yang kekurangan, tidak bisa
membeli makanan burung. yang kami kasi hanyalah beras tok... Ane sdih
sewaktu melihat burung ini tidak mau makan... Maka dalam hati saya
bertanya" Kenapa burung ini tidak mau makan, apa nasinya tidak enak??
dengan polosnya Ane mencampurkan nasi yang sudah masak dengan lauk pauk
yang berupa ikan sambal" hehehehe
lalu burung pun tak kunjung makan... Apa yang
terjadi.. Saya bertanya kepada ibu saya " bu, kenapa burungnya gak mau
makan??" Ibu pun menjawab " Burungnya lagi puasa"
Ane pun
menjawab " Oh lagi puasa, pantesan burungnya gak makan" dengan polosnya
Ane berfikir seperti itu...
ternayata keesokan harinya dengan penuh semangat
sewaktu baru bangun tidur, ane langsung berlari menuju sangkar burung.
Namun langkah saya berhenti ketika melihat biring pipit kecil yang indah
ini sudah terbaring kaku tidak bergerak. Ane fikir dalam hati " burung
nya ko' belom bangun tidur"?? dengan segera ane pun menggoyang - goyang
sangkarnya seraya berkata " Burung bangun sudah pagi,.. bangun napa??"
namun siburung tidak juga bergerak. Maka Ane putuskan untuk menunggu
Burung ini sampai Bangun dari tidurnya. Namanya anak - anak tidak tahu
kalau burung ini sudah Mati. Ane terus menunggu burung ini sampai
bangun, sampai ibu datang dan bertanya " Ngapain disini Ri...?", Ane pun
menjawab " nunggu burungnya bangun tidur bu"...Lalu ibu pun datang. Iya
melihat burung ini dan melihat saya yang sedang menunggu burung ini
bangun dari tidurnya...Namun ada yang aneh dari ibu, matanya berkaca -
kaca seolah - olah mau menangis. Ibu berkata " Burungnya gak bangun -
bangun lagi ri.." . Ane pun menjawab " Ko' gak bangun bu,..ni kan sudah
pagi...". Ibu menjawab " Brungnya sudah Mati"... " Ko' bisa bu?? kan
kita kasi makan terus...". Ibu Menjawab " Mana ibu tau, ini sudah
ajalnya" sambil mengelus - elus kepala ane. Ane masih ingat denga jelas
kalau disaat itu ane merasa kalau ada sesuatu yang hilang. Dan ane
sangat kehilangan , kehilangan burung yang ane sayangi. Ditemani ibu ane
menguburkan burung ini dibelakang rumah...Ane pun menangis saat
itu...sedih rasanya...
Setiap hari ane datang ke belakang rumah guna melihat
kuburan burung pipit ini...cakap - cakap sendiri, seolah - olah burung
ini masih hidup.. Masa - masa yang sangat sedih...Sejak saat itu ane
tidak mau lagi memelihara burung. Ane takut kalau ane pelihara nanti
mati lagi... Kasian burungnya..Ane juga berdosa. Burungku sayang
burungku malang, kalau tahu bakalan begini mendingan ane tidak meminta
burung ini kepada amang boru...
Dan satu hal yang
ane tau,...kenapa mata ibu berkaca - kaca seperti mau menangis??
Bukan karena burung itu mati, Karena ia tahu kalau anaknya
pasti merasakan kesedihan yang dalam. Karena bagi anak - anak yang
berusia 5 tahun, hal yang sangat iya sayangi walaupun bentunya adalah
burung, maka burung ini menjadi sahabatnya. Menjadi teman didalam
mimpinya, dan membuat hari - harinya berwarna.
Mudah - mudahan
burung pipit ane dulu tidak marah kepada Ane...
Burungku sayang Burungku Malang...
Mungkin ini
sajalah dulu celotehan dari Ane untuk Malam ini...Kisah ini nyata dari
pengalaman Ane swaktu masih umur 5 tahun.




0 comments:
Post a Comment