Secangkir Coffe Hangat Di Waktu Yang Tepat
Coffe...
Sudah pasti sobat
semua sudah mengenal minuman yang
mendunia ini. Termasuk Ane salah satu penikmat Coffe. Ane sangat
menggilai
minuman ini. Satu hari bisa menghabiskan 9 Gelas Coffe, termasuk pada
saat Ane
menulis Celotehan malam ini...
Kali ini Ane
terinspirasi Oleh minuman mendunia ini,
Coffe. Kali ini ane ingin bercerita tentang Secangkir Coffe dapat
menyelesaikan
masalah sobat dengan sang kekasih disaat mengalami masalah dalam
menjalani
hubungan Asmara...ceilehhhhh...Arii..Ariii... Sok Banget gaya
loo...hahahaha.
Ini hanyalah kisah Fiksi, kejadian dan waktu tidak disengaja kalau
terdapat
kesaam waktu dan tokoh.
Pada awal tahun,
katakan saja tahun baru, bagi setiap
keluarga , sahabat , sanak famili pasti tidak ingin melewatkan momen
pergantian
tahun ini dengan membuat acara ke akraban, baik mulai dari barbeque atau
keluar
jalan – jalan menikmati indahnya kembang api malam tahun baru, Apa lagi
bagi
pasangan muda – mudi yang sedang menjalin kisah Asmara, ( Tapi Ane belum
pernah
keluar Malam tahun baru dengan si do’i... :’(
:’( :’( ) kasiaaaaannn dehh
lllooooo
Ariiii....hahaha
Namun momen indah ini tidak dapat dilakoni oleh sepasang
muda – mudi yang sudah berpacaran selama 2 tahun, benama Ujang dan
Rukimah (
Ternyata masih ada yang senasib ama Ane..hehehehe). Momen ini tidak
dapat
terpenuhi dikarenakan orang tua Rukimah tidak mengizinkan Rukimah keluar
malam
tahun baruan dengan Ujang, Namun kalau dirumah orang tua Rukimah
mengizinkan.
Ujang tidak setuju dengan hal itu, ia pun perotes kepada Rukimah “
Kenapa orang
tua rukimah tidak mengizinkan Aku keluar bersama anaknya???” tanda tanya
bagi
Ujang. Ujang pun mengajak Rukimah untuk keluar dimalam tahun baru
bersamanya
dengan cara diam – diam kepada orang tuanya, Namun Rukimah menolak.
Rukimah
adalah anak yang nurut apa yang dikatakan orang tuanya, sedangkan Ujang
tidak
ingin melewatkan momen malam tahun baru bersama Rukimah dengan berjalan-
jalan
dikeramaian kota sambil melihat indahnya kembang Api ( Ane
juga Pingiiinnn :’(
:’( :’( )... Ketidak sepahaman ini
pun menimbulkan
pertengkaran Ujang dan Rukimah, padahal malam tahun baru datang dalam
hitungan
jam saja. Melihat Ujang sangat bersikeras ingin melaksanakan niatnya,
Rukimahpun mengalah demi kebaikan bersama, Rukimah mengambil keputusan
yang
tepat menurutnya dengan memenuhi permintaam Ujang untk menjaga hubungan
mereka.
Namun bagaimana dengan orang tua Rukimah???
Rukimah
berpesan
kepada Ujang agar menjemputnya ke rumah dan permisi kepada orang tua
nya. Ujang pun memenuhi keinginan Rukimah. Ujang kan lelaki yang
Gentelman.
Tibalah pukul 8 malam, saatnya Ujang menjemput Rukimah
kerumahnya. Dengan setelan pakaian ala Kesatria cinta dan Pangeran dari
negri
Nirwana iya pun dengan semangat menuju rumah Rukimah. Ia pun disambut
Rukimah.
Namun rukimah tidak mempersilahkan Ujang untuk masuk kedalam rumah, ia
mengajak
ujang untuk berbicara teras rumah. Ia pun menyuruh Ujang untuk menunggu
sejenak
di teras, ia pun membuatkan minuman untuk sang pangeran. Tak lamapun
Rukimah
kembali menemui sang pangeran dengan membawa secangkir Coffe hangat nan
Nikmat.
Coffe merupakan minuman yang paling digemari Ujang. Merekapun memulai
pembicaraan yang hangat. Rukimah bertanya kepada Ujang
Rukimah : Bang,
Rukimah bisa bertanya kepada
abang? Jawab dengan jujur ya. Ujarnya sambil memegang
tangan Ujang
Ujang
: Boleh dinda, Apa yang mau
dipertanya kan??
Rukimah
: Abang benaran sayang am Rukimah ??
Ujang :
Pastinya dinda, kenapa bertanya
seperti itu??
Rukimah
: Imah juga sayang am bang Ujang. Kalau abang sayang am Imah
pastinya abang
akan berusaha untuk mendapatkan Cinta imah. Tapi
jangan lupakan orang tua Imah, hati merekalah
yang utama untuk abang dapatkan.
Tanpa izin mereka kita tidak akan bisa menyatu.
Ujang : Itu
benar dinda, kenapa dinda
bicara begini??
Rukimah
: Imah berfikir, orang tua Imah pasti
punya alasan kenapa tidak mengizinkan imah
keluar bersama abang, namun memberi izin
kalau kita disini saja. Kalau
abang Cinta dan sayang kepada Imah, kenapa
abng tidak
mengikuti kata orang tua Imah. Kita berdua
sedang berusaha untuk mendapatkan
Restu mereka. Dan kenapa kita harus
menikmati malam tahun baru diluar sana
bang??
Ujang
: Iya juga ya dinda, Tapi abang
maunya kita menikmati indahnya kembang api diluar
sana
bersama Wanita yang abng Cintai.
Rukimah : Suasana
yang indah itu karena
kembang api atau karena ada Imah disamping abang??
Tanya Imah
dengan wajah serius dan sedikit mengeratkan genggamannya terhadap
tangan Ujang.
Ujang :
Tentunya saat – saat bersama
Imah yang membuat malam ini menjadi Indah.
Rukimah : Kalau
begitu bang, kita ngalah saja
malam ini. Kita tidak usah keluar. Kita ikuti kata
orang tua
Imah demi restu mereka. Dan harus abang tahu satu hal, bagi Imah buka
saat malam tahun baru, dan bukan malam
lainnya yang membuat Imah bahagia, saat – saat
bersama abnglah yang membuat Detik –
detik didalam hidup Imah menjadi indah dan
sempurna. Kalau kita berjodoh nanti,
pasti setiap malam tahun baru kita bisa
menikmati kembang api di kota bersama – sama.
Mendengar hal
ini Ujang pun sedikit merenung. “Benar
sekali yang dikatakan Rukimah, Cinta itu hati yang merasakan, Hari – hari
bersamanyalah yang membuat Aku merasakan keindahan, bukan Cuma dimalam
ini,
namun disetiap hari” ujarnya dalam hati.
Ujang : Benar
yang dinda katakan,
Maafkan abang ya yang sudah terlalu egois, Bukan Cuma
malam ini
abang merasa bahagia, namun disetiap bersama dinda abng merasa bahagia.
Trimakasih ya dinda sudah
menyadarkan abang. Hati Dinda sangat tulus,
setulus dinda membuat coffe yang nikmat ini
untuk abang, hahahaha
Rukimah
: Iya bang, coffe itu Imah buat dengan
rasa Cinta, jadi minumlah selagi hangat.
Ujang :
Pastinya Dinda, abang akan
habiskan coffe ini selagi hangat. Coffe ini membuat
pembicaraan kita menjadi hangat dan terhindar
dari perpecahan. Coffe yang nikmat
dan hangat ini mencerminkan orang yang
membuatnya. Hatinya sangat hangat, cihuuiiiii..siujang
mulai menggombal.
Rukimah
: Gak usah gombal deh bang, Imah
kedalam sebentar ya.
Ujang
: Hahaha,...jangan lama – lama ya,
nanti abng kecariaan,...hehehehe ujang mulai
menggombal lagi...
Rukimah pun masuk
kedalam rumah dan tak lama keluar dengan membawa bungkusan pelastik..
Ujang : Apa itu
Dinda??
Rukimah
: Ini kembang Api bang, katanya mau
melihat kembang Api, lebih baik kita main
kembang Api berdua, kan lebih
romantis..
Ujang
: Setuju...
Merekapun bermain
kembang api berdua, menikmati malam tahun baru. Kemesraan pun terlihat
pada
wajah mereka. Kesempurnaan cinta bukan berasal
dari malam – malam tertentu,
melainkan berasal dari ketulusan hati dan saling memahami. Rukimah
memahami
Ujang ingin menyaksikan kembang Api bersamanya, namun ia dibatasi oleh
izin
orang tua. Rukimah mengambil keputusan yang tepat dengan membicarakan
hal ini
baik – baik dengan memberikan secangkir Coffe yang merupakan kesukaan
dari sang
pangeran Ujang, serta memberikan pengertian yang akhirnya difahami oleh
Ujang.
Rukimah menyempurnakan malam ini dengan memberikan hal yang diinginkan
oleh
Ujang, bahkan Lebih, dengan inisiatif menikmati kembang api berdua
dihalaman
rumah. ............
Wih Roamtissssss jadi
makin Iri Ane.....
Sekian
Celotehan dari
Ane ya Sob,...semoga menghibur...
Creted by : Arie Star
Light ( Muhammad Azhary
Siregar)




0 comments:
Post a Comment